Selasa, 29 Januari 2008

Orang Batak Makan Berkeringat?

Wah ternyata post sebelumnya banyak mendapat tanggapan. Di berbagai milis komunitas Batak, seperti Batak Gaul, Go Batak, dan Batak Cyber komentar untuk tulisan Orang Batak Makan Pake Keringat masih berlanjut. Judulnya saja udah diperdebatkan. Lalu ada yang membahas kebiasaan makan orang Batak dan ada juga yang kemudian membahas kebiasaan bungkus membungkus makanan dari pesta. Khusus di milis Batak Gaul, sampai hari ini perdebatan soal bawa kantongan plastik ke pesta perkawinan, masih terus berlanjut.

Kami dari Bakmi Horas berterima kasih atas semua komentar. Nggak ada maksud untuk mengangkat hal-hal yang negatif dari budaya Batak. Soal makan berkeringat, siapa pun yang pernah merakannya, pasti merasa puas. Bahkan ada ungkapan kalau sehabis makan berkeringat: Udah Tembus Yang Merantau Itu Rasanya (maaf, biasanya diungkapkan dalam bahasa Batak). Lalu soal bungkus membungkus, sejak kecil kami pun sudah merasakan betapa enaknya mendapat makanan yang dibungkus dari pesta. Hal yang ditunggu-tunggu. Tapi sebagai orang muda Batak, malu juga melihat ibu-ibu bolak-balik mengambil makanan yang disajikan secara prasmanan (untuk parsubang) lalu membungkusnya di sudut ruang. Pelayan catering mengeluh, tamu belum semua datang tapi makanan sudah hampir habis.

Supaya lebih lengkap, kami kutipan berbagai komentar di beberapa milis:

Wah, membaca judul di atas aneh dan lucu, gaya bahasa apa nich... Orang batak makan pake keringat? Maksudnya sebelum makan harus berkeringat dulu? Atau makan harus berkeringat baru namanya makan? Atau kalo saat makan harus ada juga hidangan keringat? Gak jelas.. Yach bukan hanya orang batak, kalo makan di panas terik, dan yangdimakan juga membakar tubuh (maksudnya agak hangat dan panas) pastiberkeringat lah.

Kalo kesimpulan hanya karena Lapo Tondongta sepi karena pake ac, mungkin pada saat pake AC, peminat yang makan berkurang karena orangbatak banyak ke acara lain, pesta, atau dengan pake ac, kegiatan dit4 tersebut berkurang karena TIDAK BISA MEROKOK. Kebiasaan cowok habis makan merokok sambil ngerumpi/ngobrol, karena ada AC. Jadi selesai makan langsung keluar, jadi kelihatan sepi. Banyakkemungkinan alasan, tapi memang kalo memakan yang berkalori tinggiseperti daging b2 yang dipanggang dan masih hangat pasti berkeringatada pembakaran di dalam tubuh. Kalo gak ada pembakaran di dalamtubuh bisa sakit donk..he he...

Soal bungkus membungkus, saya kira gak salah juga sich, namanyapesta memang saatnya berbagi makanan sama sodara, tetangga dan ale2.Selama persediaan masih ada tidak apa2 donk dibungkus, sayang jugamakanan banyak sisa terbuang, mending di bagi kepada yang datangdibawa pulang. Salah kalo memang sudah tidak ada persediaan tapidipaksa harus dibungkus... ini baru perlu bahasan...apa dasarnyamemaksa karena toh sudah makan di tempat.

Ditambahin yang lain....
GBU
mitaminta2000@ yahoo.com

Hamu parsastra namalo as dipatigor judul nai atePake ( Pakai?)kata kejaKeringat Kata bendaMakan pakai keringat artinya keringat yang digunakn untuk makan.Sama dengan makan pakai sendok= sendok yang di gunakan untuk makan.

Best Regards
Jhonson PurbaHSE CB&I (Phill) Inc.
HP +639279861183
.

Horas.
Agaknya, kita perlu diskusikan, dan jangan sampai membungkusmakanan dari pesta dianggap sebagai sesuatu yang jelek atua bahkannista. Seharusnya, berbahagialah yang berpesta, karena makanan yangdisajikannya, bukan hanya yang datang kepesta menikmatinya, tetapijuga sanak-saudara di rumah, yang tidak sempat datangkepesta. "Martuaan do namangean sian namanjalo."

Ujui, sai adong do hata namando, " Boan na, saotik tu anakta dohotborutta." Sai didok suhut ido tu naro. Saonari ala di jolo do suhut, dang sanga mandok be songoni.(Alai hatakku mai da.Boi do hita marbeda pendapat.)

Mauliate godang,
LarisNaibaho

Makan tanpa AC itu sebenarnya makan berwawasan lingkungan (serve to good life of people by devoting attention to environment). Kita ketahu selain keberadaan refrigrant itu sendiri, suhu ruanganhasil rekayasa selalu berdampak negatif terhadap kualitas temperaturdi lingkungan sekitar (alam bebas) yang secara global berimbas padaclimate change yang salah satunya berupa global warming yanglagi hangat diperbincangkan orang-orang. Tapi makan tanpa AC ala pesta Batak lain cerita, seperti dikeluhkanteman kita Rugun tadi. Persoalannya bukan pada tanpa AC nya.Orang Batak kalau pesta, mau pake AC atau tidak pakai AC selalumenggunakan paradigma ARRROAAA ... yang berarti 'boha haroa' atau 'emang kenapa rupanya' yang berartimenantang dan nggak peduli. Itulah salah satu paradigma sebagianbesar orang Batak yang patut mendapat prioritas untuk dikoreksi. Sering kali saya menghadiri pesta resepsi pernikahan orang Batakbaik di aula tempat ibadah, di gedung pesta, di rumah-rumahsampai di hotel berbintang, asap rokok itu seolah menjadi paketpesta (budaya laten) yang tidak terpisahkan. Tanpa AC oke. Tanpa rokok akan lebih oke. Salam sehat dan maknyusss ... untuk Bakmi Horas,Lapo ni Tondongta, Lapo Ondihon, Lapo Siagian, Lapotta,Lapo Medan dan semua sentra kuliner Batak di Jakarta sekitarnya.

Pandjaitan, Petrus
Desa Panyanggar, Padang Sidimpuan

Apa benar itu penyebab ga ada AC di ruang pesta Batakpada umumnya??? Menurutku ga juga sebenarnya...Tapi alasannya adalahkarena kebanyakan orang Batak merokok dan biar digedung ber Ac juga cenderung masa bodo, ada Ac atau ga..rokok tetap jalan...akhirnya AC rusak dan pengelola gedung pun mikir untuk masang AC.

Lapo ni tondongta di Sabang setiap hari selalurame..dan disana setauku dipasang AC,,,tapi bisa jadilama2 akan dicabut..he..he (mudah-mudahan sih ga)..soalnya asap rokoknya ga ketolongan..sampe matarasanya periiiiiiihhh kalo lagi makan...tapi maugimana lagi???abis makanannya enak jadi perih matanyabisa terobati..he..he...

Rugun Sinta

Makan pake sendok garpu lae, atau pake tangan. kalo pake keringat gimana caranya?.. Ha3x... kidding lae.. Btw, menurut saya gak bisa digeneralisasi. sekalipun ada orang yg suka dengan panas2 ria pas makan, pastilah lebih banyak yg suka dengan udara yang lebih sejuk dan dingin, kecuali lagi sakit flu:). Masalah pas makan berkeringat baru puas, bukan berarti keringat karna suhu ruangan yang mempuat puas lae, tetapi makanannya yang pedas dan nasi sayur yg panas membuat selera makan meningkat sampai berkeringat itu baru puas:). Bagaimana dengan dipesta?... Menurut saya bukan karna pesta batak makanya gak pake AC, wong gedungnya di sewa kog, memang dari sononya gedungnya gak ada AC nya, dan karena lapar biarpun dalam suasana panas tetap aja mesti dimakan nasinya. daripada kelaparan?.. Pilih mana coba...:) Sekian, dan terima kasih:)

situmorang stmr

"Makan lahap dan bisa bungkus lagi. (Soal bungkus,ini kebiasaan jelek orang Batak ke pesta. Sengaja bawa kantongan darirumah). Yang jelas tetap aja di pesta makan sambil berkeringat."

Saya sebenarnya ingin sekali mengomentari soal "adat" atau kebiasaan membawa kantong plastik ke pesta-pesta ini, tapisaya takut diomelin kawan2 anggota "fpb" (front pembela batak). Jadinyabiarlah saya senyum-senyum sendiri saja. :-)

Daniel Taruli Asi Harahap

Saat Tuhan Jesus memberikan Makan ribuan orang dengan5 Roti dan 2 Ikan, tetap saja banyak makanan yang Sisa. Kenapa.....?? Jawabanya adalah, Karena Tidak ada Orang Batak AliasHalak Hita. Coba kalau misalkan ada orang batak (Khusunya akkainanta parjabu)maka mereka pasti berkata "Bukkus hamu jolo Amang,naeng boanon tu jabu"

Marasi Gultom

Untuk kita semua,Adakah cara yang lebih bijaksana dari kita, generasi muda Batak untuk merevolusi/memperbaharui melalui perkataan dan perbuatan atas kebiasaan/habit angka halak hita tanpa harus omdo (omong doang), merasa lebih baik, merasa lebih pintar dari orang lain (baca: para orang tua kita). Apakah cukup dengan cara mangalesengi mereka dengan berbagai kalimat seperti: halak hita suka bawa kantong plastik saat pesta, halak hita selalu berkeringat saat makan (emang ada yang melarang kalau makan sambil keluar keringatnya), dll, akan merubah habit halak hita? Apakah kita yakin suatu saat nanti kita tidak seperti mereka mamboan kantong plastik saat pesta dan tidak berkeringat saat makan?

Maaf, saya bukanlah orang yang berfikiran konservatif dan saya bukanlah anggota FPB (kata amang Pdt.DTA, FPB singkatan dari Front Pembela Batak), namun saya khawatir, bahwa yang kita ulas dimillis ini hanyalah sebatas wacana dan pelampiasan unek-unek yang tidak menghasilkan apapun.

Nb: Buat Sdr.Marasi GultomMohon anda tidak mengait-kaitkan topik kantong plastik ini dengan kalimat-kalimat yang ada di Alkitab. Semua kalimat yang tertulis di Alkitab adalah baik dan benar. Jadi bukan untuk bahan lelucon yang tidak membangun.

Faisal Simanjuntak

Saya pikir bawa kantong plastik ke Pesta itu bukan adat/kebiasaanorang Batak (ibu-ibu). Itu adalah oknum atau hanya beberapa orang,jadi kita tdk bisa asal menggeneralisir itu menjadi adat kebiasaan,buktinya mama saya sampai sekarang blm pernah bawa kantong plastik kePesta.

Joseph Silalahi

Setuju memasukkan sisa makanan pesta (apalagi makanan jatah oranglain) ke kantong plastik bukan adat, apalagi adat yang baik. Namununtuk mengatakan hal itu hanya perilaku segelintir oknum beberapaorang kayaknya sulit juga, sebab hal itu kayaknya dilakukan cukupbanyak orang di berbagai even pesta batak dan berulang-ulang, bahkanjuga di tempat kedukaan. Pertanyaan yang seharusnya diajukan: mengapa? Mengapa banyak orang terutama para ibu (termasuk yang secara ekonomissangat mapan) begitu suka memasukkan makanan dari meja ke tasnya,bahkan mengambil dari meja yang masih kosong di sebelahnya? Sayanganak di rumah dan ingin bawa oleh2 dari pesta? Untuk makanan hewanpeliharaan? Sekadar latah dan ikut-ikutan? Rakus dan serakah? Inginmenyenangkan tuan rumah agar tak ada makanan tersisa? Mari kita gumulidengan tenang. Dimana sebenarnya letak masalahnya.

Horas
Daniel T.A. Harahap
(yang di suatu even pernah tertawa geli melihat seorang ibu memasukkanes krim ke tasnya) :-)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

wah kalau udah kebangetan sampe acara belum mulai udah ada transaksi bungkus bungkus bisa bisa nti tren kartu undangan 2008 ada tanda silang untuk kantong makanan disamping karangan bunga dan kado yaa... cape deh

lena, situmorang(karawang) mengatakan...

makan pake keringat... kelihatan sekali lahap dan tidak nyamannya kondisi yang lagi makan ya, tapi buka orang batak aja deh yang kayak gitu, itulah keunikan orang batak selalu jadi bahan perhatian orang baik dari suara ( nyanyi.teriak,bicara) logatnya, pembawaan, warna kulit, semuanya... aku bangga loh jadi orang batak ceileh....