Selasa, 22 Januari 2008

Orang Batak Makan Pake Keringat?

Judul di atas baru sebatas pertanyaan. Benar nggak sih, kalau orang Batak makan harus keluar keringat baru enak dan puas? Dalam sebuah wawancara di media cetak, pemilik Lapo Nitondongta pernah bercerita. Dulu lapo ternama di kawasan Senayan itu pernah memasang AC. Tapi apa yang terjadi, laponya jadi sepi. AC pun kemudian dilepas. Lapo ini pun rame kembali dan semakin terkenal. Habis makan pelanggan lapo ini pasti berkeringat. Penyebabnya makanan yang hangat dan udara yang hangat pula.

Fakta lain bisa kita lihat pada saat pesta perkawinan orang Batak. Hampir semua gedung yang digunakan jarang menggunakan AC. Padahal tamu-tamu yang datang biasanya menggunakan kebaya (dan sanggul) serta jas untuk yang pria. Belum lagi biasanya tamu yang selalu penuh sesak. Bisa dibayangkan bagaimana panasnya suhu udara dalam gedung. Tapi tetap saja tamu-tamu enjoy saat waktunya makan tiba. Makan lahap dan bisa bungkus lagi. (Soal bungkus, ini kebiasaan jelek orang Batak ke pesta. Sengaja bawa kantongan dari rumah). Yang jelas tetap aja di pesta makan sambil berkeringat.

Dengan fakta-fakta seperti itu, sejak awal Bakmi Horas nggak menggunakan AC. Kami hanya menggunakan dua kipas untuk ruangan 4 x 4 meter dengan pintu kaca dibuka. Tapi apa yang terjadi? Setiap jam makan siang, banyak pelanggan yang kepanasan. Ada yang habis makan langsung nongkrong di luar. Ada yang mempergunakan koran atau kertas untuk dikibas-kibaskan. Dan banyak di antaranya yang menyarankan Bakmi Horas menggunakan AC. Kami maklum, karena pelanggan Bakmi Horas emang bukan dari orang Batak saja, tapi dari berbagai latar belakang. Mereka juga kebanyakan karyawan kantoran yang terbiasa bekerja di bawah AC. Selain itu pelanggan yang tinggal di kawasan Tebet (lokasi Bakmi Horas) pasti semua terbiasa dengan udara AC, karena emang sebagian besar rumah di sini dilengkapi AC.

Akhirnya, sejak Desember 2007 lalu Bakmi Horas pun memasang AC 1,5 PK. Respon pelanggan kami pun berbeda-beda. Ada yang merasa nyaman dengan AC. Ada yang tetap membuka pintu (supaya enak merokoknya). Bagi kami boleh-boleh saja, yang penting pelanggan puas.

2 komentar:

Hakim mengatakan...

Orang batak begitu ya, bang? Baru tau saya :D

Arif Prasetyo Aji mengatakan...

wah kalo seperti ini bisa menghemat biaya operasional nih hehe..

gak ada AC, kipas angin pun gak ada jadinya..pasti uenak tenan...tapi saya koq gak betah lama2 kalo seperti ini hehe..panas banget alias gerah gitu....