Rabu, 30 Januari 2008

Menu Paket

Bakmi Horas menerima pesanan menu paket arisan, ulang tahun, kebaktian daerah, rapat, perkawinan, dan lain-lain..

Paket @20 Orang Rp 375.000,-
Paket @30 Orang Rp 525.000,-
Paket @40 Orang Rp 650.000,-

Dengan menu sebagai beriukut:
- Bakmi Goreng B2
- Cap Cay Goreng Seafood
- Panggang B2
- Ikan Gurame Asam Manis
- Buah

PESAN ANTAR: 021-83795010

-
Pesanan dua hari sebelumnya.
- Menu bisa diganti dengan menu lain.

Selasa, 29 Januari 2008

Orang Batak Makan Berkeringat?

Wah ternyata post sebelumnya banyak mendapat tanggapan. Di berbagai milis komunitas Batak, seperti Batak Gaul, Go Batak, dan Batak Cyber komentar untuk tulisan Orang Batak Makan Pake Keringat masih berlanjut. Judulnya saja udah diperdebatkan. Lalu ada yang membahas kebiasaan makan orang Batak dan ada juga yang kemudian membahas kebiasaan bungkus membungkus makanan dari pesta. Khusus di milis Batak Gaul, sampai hari ini perdebatan soal bawa kantongan plastik ke pesta perkawinan, masih terus berlanjut.

Kami dari Bakmi Horas berterima kasih atas semua komentar. Nggak ada maksud untuk mengangkat hal-hal yang negatif dari budaya Batak. Soal makan berkeringat, siapa pun yang pernah merakannya, pasti merasa puas. Bahkan ada ungkapan kalau sehabis makan berkeringat: Udah Tembus Yang Merantau Itu Rasanya (maaf, biasanya diungkapkan dalam bahasa Batak). Lalu soal bungkus membungkus, sejak kecil kami pun sudah merasakan betapa enaknya mendapat makanan yang dibungkus dari pesta. Hal yang ditunggu-tunggu. Tapi sebagai orang muda Batak, malu juga melihat ibu-ibu bolak-balik mengambil makanan yang disajikan secara prasmanan (untuk parsubang) lalu membungkusnya di sudut ruang. Pelayan catering mengeluh, tamu belum semua datang tapi makanan sudah hampir habis.

Supaya lebih lengkap, kami kutipan berbagai komentar di beberapa milis:

Wah, membaca judul di atas aneh dan lucu, gaya bahasa apa nich... Orang batak makan pake keringat? Maksudnya sebelum makan harus berkeringat dulu? Atau makan harus berkeringat baru namanya makan? Atau kalo saat makan harus ada juga hidangan keringat? Gak jelas.. Yach bukan hanya orang batak, kalo makan di panas terik, dan yangdimakan juga membakar tubuh (maksudnya agak hangat dan panas) pastiberkeringat lah.

Kalo kesimpulan hanya karena Lapo Tondongta sepi karena pake ac, mungkin pada saat pake AC, peminat yang makan berkurang karena orangbatak banyak ke acara lain, pesta, atau dengan pake ac, kegiatan dit4 tersebut berkurang karena TIDAK BISA MEROKOK. Kebiasaan cowok habis makan merokok sambil ngerumpi/ngobrol, karena ada AC. Jadi selesai makan langsung keluar, jadi kelihatan sepi. Banyakkemungkinan alasan, tapi memang kalo memakan yang berkalori tinggiseperti daging b2 yang dipanggang dan masih hangat pasti berkeringatada pembakaran di dalam tubuh. Kalo gak ada pembakaran di dalamtubuh bisa sakit donk..he he...

Soal bungkus membungkus, saya kira gak salah juga sich, namanyapesta memang saatnya berbagi makanan sama sodara, tetangga dan ale2.Selama persediaan masih ada tidak apa2 donk dibungkus, sayang jugamakanan banyak sisa terbuang, mending di bagi kepada yang datangdibawa pulang. Salah kalo memang sudah tidak ada persediaan tapidipaksa harus dibungkus... ini baru perlu bahasan...apa dasarnyamemaksa karena toh sudah makan di tempat.

Ditambahin yang lain....
GBU
mitaminta2000@ yahoo.com

Hamu parsastra namalo as dipatigor judul nai atePake ( Pakai?)kata kejaKeringat Kata bendaMakan pakai keringat artinya keringat yang digunakn untuk makan.Sama dengan makan pakai sendok= sendok yang di gunakan untuk makan.

Best Regards
Jhonson PurbaHSE CB&I (Phill) Inc.
HP +639279861183
.

Horas.
Agaknya, kita perlu diskusikan, dan jangan sampai membungkusmakanan dari pesta dianggap sebagai sesuatu yang jelek atua bahkannista. Seharusnya, berbahagialah yang berpesta, karena makanan yangdisajikannya, bukan hanya yang datang kepesta menikmatinya, tetapijuga sanak-saudara di rumah, yang tidak sempat datangkepesta. "Martuaan do namangean sian namanjalo."

Ujui, sai adong do hata namando, " Boan na, saotik tu anakta dohotborutta." Sai didok suhut ido tu naro. Saonari ala di jolo do suhut, dang sanga mandok be songoni.(Alai hatakku mai da.Boi do hita marbeda pendapat.)

Mauliate godang,
LarisNaibaho

Makan tanpa AC itu sebenarnya makan berwawasan lingkungan (serve to good life of people by devoting attention to environment). Kita ketahu selain keberadaan refrigrant itu sendiri, suhu ruanganhasil rekayasa selalu berdampak negatif terhadap kualitas temperaturdi lingkungan sekitar (alam bebas) yang secara global berimbas padaclimate change yang salah satunya berupa global warming yanglagi hangat diperbincangkan orang-orang. Tapi makan tanpa AC ala pesta Batak lain cerita, seperti dikeluhkanteman kita Rugun tadi. Persoalannya bukan pada tanpa AC nya.Orang Batak kalau pesta, mau pake AC atau tidak pakai AC selalumenggunakan paradigma ARRROAAA ... yang berarti 'boha haroa' atau 'emang kenapa rupanya' yang berartimenantang dan nggak peduli. Itulah salah satu paradigma sebagianbesar orang Batak yang patut mendapat prioritas untuk dikoreksi. Sering kali saya menghadiri pesta resepsi pernikahan orang Batakbaik di aula tempat ibadah, di gedung pesta, di rumah-rumahsampai di hotel berbintang, asap rokok itu seolah menjadi paketpesta (budaya laten) yang tidak terpisahkan. Tanpa AC oke. Tanpa rokok akan lebih oke. Salam sehat dan maknyusss ... untuk Bakmi Horas,Lapo ni Tondongta, Lapo Ondihon, Lapo Siagian, Lapotta,Lapo Medan dan semua sentra kuliner Batak di Jakarta sekitarnya.

Pandjaitan, Petrus
Desa Panyanggar, Padang Sidimpuan

Apa benar itu penyebab ga ada AC di ruang pesta Batakpada umumnya??? Menurutku ga juga sebenarnya...Tapi alasannya adalahkarena kebanyakan orang Batak merokok dan biar digedung ber Ac juga cenderung masa bodo, ada Ac atau ga..rokok tetap jalan...akhirnya AC rusak dan pengelola gedung pun mikir untuk masang AC.

Lapo ni tondongta di Sabang setiap hari selalurame..dan disana setauku dipasang AC,,,tapi bisa jadilama2 akan dicabut..he..he (mudah-mudahan sih ga)..soalnya asap rokoknya ga ketolongan..sampe matarasanya periiiiiiihhh kalo lagi makan...tapi maugimana lagi???abis makanannya enak jadi perih matanyabisa terobati..he..he...

Rugun Sinta

Makan pake sendok garpu lae, atau pake tangan. kalo pake keringat gimana caranya?.. Ha3x... kidding lae.. Btw, menurut saya gak bisa digeneralisasi. sekalipun ada orang yg suka dengan panas2 ria pas makan, pastilah lebih banyak yg suka dengan udara yang lebih sejuk dan dingin, kecuali lagi sakit flu:). Masalah pas makan berkeringat baru puas, bukan berarti keringat karna suhu ruangan yang mempuat puas lae, tetapi makanannya yang pedas dan nasi sayur yg panas membuat selera makan meningkat sampai berkeringat itu baru puas:). Bagaimana dengan dipesta?... Menurut saya bukan karna pesta batak makanya gak pake AC, wong gedungnya di sewa kog, memang dari sononya gedungnya gak ada AC nya, dan karena lapar biarpun dalam suasana panas tetap aja mesti dimakan nasinya. daripada kelaparan?.. Pilih mana coba...:) Sekian, dan terima kasih:)

situmorang stmr

"Makan lahap dan bisa bungkus lagi. (Soal bungkus,ini kebiasaan jelek orang Batak ke pesta. Sengaja bawa kantongan darirumah). Yang jelas tetap aja di pesta makan sambil berkeringat."

Saya sebenarnya ingin sekali mengomentari soal "adat" atau kebiasaan membawa kantong plastik ke pesta-pesta ini, tapisaya takut diomelin kawan2 anggota "fpb" (front pembela batak). Jadinyabiarlah saya senyum-senyum sendiri saja. :-)

Daniel Taruli Asi Harahap

Saat Tuhan Jesus memberikan Makan ribuan orang dengan5 Roti dan 2 Ikan, tetap saja banyak makanan yang Sisa. Kenapa.....?? Jawabanya adalah, Karena Tidak ada Orang Batak AliasHalak Hita. Coba kalau misalkan ada orang batak (Khusunya akkainanta parjabu)maka mereka pasti berkata "Bukkus hamu jolo Amang,naeng boanon tu jabu"

Marasi Gultom

Untuk kita semua,Adakah cara yang lebih bijaksana dari kita, generasi muda Batak untuk merevolusi/memperbaharui melalui perkataan dan perbuatan atas kebiasaan/habit angka halak hita tanpa harus omdo (omong doang), merasa lebih baik, merasa lebih pintar dari orang lain (baca: para orang tua kita). Apakah cukup dengan cara mangalesengi mereka dengan berbagai kalimat seperti: halak hita suka bawa kantong plastik saat pesta, halak hita selalu berkeringat saat makan (emang ada yang melarang kalau makan sambil keluar keringatnya), dll, akan merubah habit halak hita? Apakah kita yakin suatu saat nanti kita tidak seperti mereka mamboan kantong plastik saat pesta dan tidak berkeringat saat makan?

Maaf, saya bukanlah orang yang berfikiran konservatif dan saya bukanlah anggota FPB (kata amang Pdt.DTA, FPB singkatan dari Front Pembela Batak), namun saya khawatir, bahwa yang kita ulas dimillis ini hanyalah sebatas wacana dan pelampiasan unek-unek yang tidak menghasilkan apapun.

Nb: Buat Sdr.Marasi GultomMohon anda tidak mengait-kaitkan topik kantong plastik ini dengan kalimat-kalimat yang ada di Alkitab. Semua kalimat yang tertulis di Alkitab adalah baik dan benar. Jadi bukan untuk bahan lelucon yang tidak membangun.

Faisal Simanjuntak

Saya pikir bawa kantong plastik ke Pesta itu bukan adat/kebiasaanorang Batak (ibu-ibu). Itu adalah oknum atau hanya beberapa orang,jadi kita tdk bisa asal menggeneralisir itu menjadi adat kebiasaan,buktinya mama saya sampai sekarang blm pernah bawa kantong plastik kePesta.

Joseph Silalahi

Setuju memasukkan sisa makanan pesta (apalagi makanan jatah oranglain) ke kantong plastik bukan adat, apalagi adat yang baik. Namununtuk mengatakan hal itu hanya perilaku segelintir oknum beberapaorang kayaknya sulit juga, sebab hal itu kayaknya dilakukan cukupbanyak orang di berbagai even pesta batak dan berulang-ulang, bahkanjuga di tempat kedukaan. Pertanyaan yang seharusnya diajukan: mengapa? Mengapa banyak orang terutama para ibu (termasuk yang secara ekonomissangat mapan) begitu suka memasukkan makanan dari meja ke tasnya,bahkan mengambil dari meja yang masih kosong di sebelahnya? Sayanganak di rumah dan ingin bawa oleh2 dari pesta? Untuk makanan hewanpeliharaan? Sekadar latah dan ikut-ikutan? Rakus dan serakah? Inginmenyenangkan tuan rumah agar tak ada makanan tersisa? Mari kita gumulidengan tenang. Dimana sebenarnya letak masalahnya.

Horas
Daniel T.A. Harahap
(yang di suatu even pernah tertawa geli melihat seorang ibu memasukkanes krim ke tasnya) :-)

Selasa, 22 Januari 2008

Orang Batak Makan Pake Keringat?

Judul di atas baru sebatas pertanyaan. Benar nggak sih, kalau orang Batak makan harus keluar keringat baru enak dan puas? Dalam sebuah wawancara di media cetak, pemilik Lapo Nitondongta pernah bercerita. Dulu lapo ternama di kawasan Senayan itu pernah memasang AC. Tapi apa yang terjadi, laponya jadi sepi. AC pun kemudian dilepas. Lapo ini pun rame kembali dan semakin terkenal. Habis makan pelanggan lapo ini pasti berkeringat. Penyebabnya makanan yang hangat dan udara yang hangat pula.

Fakta lain bisa kita lihat pada saat pesta perkawinan orang Batak. Hampir semua gedung yang digunakan jarang menggunakan AC. Padahal tamu-tamu yang datang biasanya menggunakan kebaya (dan sanggul) serta jas untuk yang pria. Belum lagi biasanya tamu yang selalu penuh sesak. Bisa dibayangkan bagaimana panasnya suhu udara dalam gedung. Tapi tetap saja tamu-tamu enjoy saat waktunya makan tiba. Makan lahap dan bisa bungkus lagi. (Soal bungkus, ini kebiasaan jelek orang Batak ke pesta. Sengaja bawa kantongan dari rumah). Yang jelas tetap aja di pesta makan sambil berkeringat.

Dengan fakta-fakta seperti itu, sejak awal Bakmi Horas nggak menggunakan AC. Kami hanya menggunakan dua kipas untuk ruangan 4 x 4 meter dengan pintu kaca dibuka. Tapi apa yang terjadi? Setiap jam makan siang, banyak pelanggan yang kepanasan. Ada yang habis makan langsung nongkrong di luar. Ada yang mempergunakan koran atau kertas untuk dikibas-kibaskan. Dan banyak di antaranya yang menyarankan Bakmi Horas menggunakan AC. Kami maklum, karena pelanggan Bakmi Horas emang bukan dari orang Batak saja, tapi dari berbagai latar belakang. Mereka juga kebanyakan karyawan kantoran yang terbiasa bekerja di bawah AC. Selain itu pelanggan yang tinggal di kawasan Tebet (lokasi Bakmi Horas) pasti semua terbiasa dengan udara AC, karena emang sebagian besar rumah di sini dilengkapi AC.

Akhirnya, sejak Desember 2007 lalu Bakmi Horas pun memasang AC 1,5 PK. Respon pelanggan kami pun berbeda-beda. Ada yang merasa nyaman dengan AC. Ada yang tetap membuka pintu (supaya enak merokoknya). Bagi kami boleh-boleh saja, yang penting pelanggan puas.

Minggu, 09 Desember 2007

Paket Horas


Paket Horas
Cocok untuk berbagai macam acara, seperti ulang tahun, rapat, atau untuk makan siang. Harga murah, rasa spesial.

Paket Horas
-Nasi Putih
-Ayam (Rica-rica, Goreng Mentega)/B2 (Panggang, Rica-rica)
-Bakmi Goreng
-Cap Cay/Toge Cah Ikan Asin

Harga Rp 10.000,-

Paket Horas Special
-Nasi Putih
-B2 Panggang
-Bistik Ayam
-Bakmi Goreng
-Cap Cay / Toge Cah Ikan Asin
-Air Mineral

Harga Rp 12.500,-

+ Buah @ Rp 1000,-

Syarat:
- Pemesanan minimal 5 box (untuk daerah Tebet) dan 10 box untuk daerah sekitarnya.
- Pemesanan lebih dari 20 box 1 hari sebelumnya.

Selasa, 27 November 2007

Mengapa Bakmi Horas?

Pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang paling sering kami terima. Bakmi kok ada Horas-nya. Apa hubungannya? Bakmi emang istilah yang sering digunakan rumah makan yang menjual mie (noodle) makanan khas chinese food, sebagai menu utamanya. Di Jakarta misalnya, berbagai istilah digunakan untuk menjual mie ini. Ada bakmi ayam, bakmi pangsit, bakmi bakso, bakmi keriting, bakmi Bangka, dan banyak lagi yang penamaannya berdasarkan jenis bakmi. Namun ada juga yang menggunakan merek, Bakmi Gang Kelinci, Bakmi Tebet, Bakmi GM, Bakmi Naga, Bakmi Gondangdia, dan banyak lagi. Mereknya diambil dari asal atau lokasi rumah makan itu berada. Semua menjual mie yang kemudian ditambah aneka ragam makanan chinese food.

Lalu bagaimana dengan Bakmi Horas? Horas adalah kata yang paling akrab bagi orang batak. Bila dua orang batak bertemu, biasanya selalu mengucapkan kata Horas. Begitu juga dalam pesta adat dan perayaan-perayaan di gereja, kata Horas juga sering digunakan. Artinya salam sejahtera, kata bermakna dalam untuk saling mendoakan. Lalu apa hubungannya dengan Bakmi? Ya seperti Bakmi Naga atau Bakmi GM, Horas ini sebagai merek. Namun merek ini menunjukan bakmi seperti apa yang kami jual. Itulah sebabnya di belakang nama rumah makan Bakmi Horas, kami menuliskan slogan Chinese Food Selera Batak. Jadi kami menyajikan bakmi dan aneka masakan chinese food sesuai dengan selera orang batak.

Chinese food emang nggak cuma sampai di Jakarta atau Jawa dari negeri asalnya Tionghoa. Rasa masakan ini di berbagai daerah emang sudah bervariasi. Yang pasti untuk membandingkan chinese food di Jawa (termasuk Jakarta) dengan di Sumatera, rasanya cenderung manis, menggunakan sedikit gula. Kalau di Sumatera rasa masakan chinese food cenderung asin, nggak menggunakan gula. Hampir mirip dengan Kalimantan dengan ragam yang berbeda.Bagaimana pula rasa bakmi di tanah batak atau yang sering disebut Tapanuli? Secara spesifik memang nggak ada. Namun sebagai orang Sumatera, chinese food ala Sumatera pasti pas di lidah orang batak. Buktinya, di kota-kota kabupaten dan kecamatan daerah Tapanuli rumah makan chinese food cukup laris. Di Pematang Siantar yang penduduknya separuh orang Batak, paling lebih gampang menemukan rumah makan bakmi pangsit atau chinese food ketimbang lapo (rumah makan batak). Itulah mungkin yang membuat nama kota terbesar kedua di Sumatera Utara ini populer menjadi nama rumah makan chinese food di Jakarta, yaitu bakmi Siantar yang menunjukan bakmi ala kota Pematang Siantar. Banyak rumah makan di daerah Pluit (daerah perumahaan yang kebanyakan warganya chinese berasal dari Sumatera Utara) yang menjual bakmi Siantar. Bakmi Siantar juga banyak dijual di daerah Rawamangun dan Kramat Jati, Jakarta Timur, kawasan yang termasuk banyak didiami orang batak. Selain itu bakmi ala Sumatera Utara ini juga menggunakan nama bakmi Medan.

Fakta itu menunjukan kalau orang batak menyukai chinese food. Itulah sebabnya kami menghadirkan rumah makan Bakmi Horas, yang mencoba menyajikan chinese food sesuai dengan selera batak. Kebetulan pengelola Bakmi Horas adalah keluarga dari pasangan batak dan chinese. Sang istri masih berdarah chinese Bangka (termasuk Sumatera kan?), dilahirkan dalam keluarga yang berbisnis makanan (roti, kue, dan mie). Sedang sang suami pria batak yang menyenangi makanan chinese food. Kloplah dengan nama yang dipilih: Bakmi Horas.

Namun begitu konsep Bakmi Horas tetaplah menyajikan chinese food. Tapi karena menggunakan nama Horas, kami coba memahami selera batak. Selain rasa yang cenderung asin, kami memilih mie yang lebih kenyal. Untuk mie ini, kami berburu ke beberapa pasar tradisional, untuk mencari mie yang pas dengan selera yang kami tuju. Begitu juga dalam memasak, kami memilih tauge daripada kol sebagai sayuran campuran aneka mie di Bakmi Horas. Lalu sebagai ciri khasnya, sebagian makanan kami padukan dengan makanan khas batak. Apa itu? Pilihannya pada babi panggang. Sebab makanan inilah yang paling laris di lapo. Pengunjung lapo yang bukan orang batak pun banyak yang menyukai babi panggang. Nah, di Bakmi Horas, babi panggang selalu disajikan di atas mie (kuetiaw, bihun) goreng, mie horas, nasi goreng, atau nasi campur. Pasti mengundang selera.

Jadi Bakmi Horas hanya menjual makanan dengan bahan babi? Oh nggak, kami juga menyediakan makanan chinese food yang halal buat umat muslim. Ada bakmi ayam, bakmi goreng ayam/seafood, ayam/udang/cumi goreng mentega/rica-rica, nasi goreng ayam/seafood, sapi cah cabe, dan banyak lagi yang enak-enak. Tentu dengan selera batak dengan sedikit pedas. Kalau belum percaya, silakan dicoba.

Horas!

Minggu, 21 Oktober 2007

Menu Makanan

BAKMI/BIHUN/KWETIAU
Bakmi/Bihun/Kwetiau Ayam Rp 9.000,-
Bakmi/Bihun/Kwetiau Ayam Bakso Rp 11.000,-
Bakmi/Bihun/Kwetiau Ayam Pangsit Rp 11.000,-
Bakmi/Bihun/Kwetiau Goreng Ayam Rp 12.000,-
Bakmi/Bihun/Kwetiau Goreng Sapi Rp 14.000,-
Bakmi/Bihun/Kwetiau Goreng Seafood Rp 14.000,-
Bakmi/Bihun/Kwetiau Goreng Special Rp 16.000,-
Bakmi/Bihun/Kwetiau Kuah Ayam Rp 12.000,-
Lo Mie Ayam Rp 12.000,-
Lo Mie Seafood Rp 14.000,-
I Fu Mie Ayam Rp 12.000,-
I Fu Mie Seafood Rp 14.000,-
Kwetiau Siram Ayam Rp 12.000,-
Kwetiau Siran Sapi Rp 14.000,-

NASI
Nasi Goreng Ayam Rp 12.000,-
Nasi Goreng Seafood Rp 14.000,-
Nasi Goreng Special Rp 16.000,-
Nasi Goreng Ikan Asin/Teri Rp 12.000,-
Nasi Goreng Sapi Rp 14.000,-
Nasi Cap Cay Rp 12.000,-
Nasi Ayam Cah Cabe Rp 12.000,-
Nasi Sapi Cah Cabe Rp 14.000,-
Nasi Ayam Rica Rp 14.000,-
Nasi Ayam Goreng Mentega Rp 14.000,-
Nasi Putih Rp 3.000,-

SAYURAN
Cap Cay Goreng Ayam Rp 12.000,-
Cap Cay Goreng Seafood Rp 14.000,-
Cap Cay Goreng Special Rp 16.000,-
Cap Cay Kuah Ayam Rp 12.000,-
Cap Cay Kuah Seafood Rp 14.000,-
Cap Cay Kuah Special Rp 16.000,-
Kangkung Cah Polos Rp 6.000,-
Kangkung Cah Sapi Rp 10.000,-
Kangkung Cah Udang /Cumi Rp 10.000,-
Sapo Tahu Ayam Rp 14.000,-
Sapo Tahu Special Rp 16.000,-
Angsio Tahu Ayam Rp 14.000,-
Angsio Tahu Special Rp 16.000,-
Toge Cah Ikan Asin/Teri Rp 8.000,-
Mun Tahu Ayam Rp 12.000,-
Mun Tahu Special Rp 14.000,-
Tahu Kuah Sayur Asin Rp 12.000,-

AYAM
Ayam Goreng Tepung Rp 14.000,-
Ayam Goreng Mentega Rp 14.000,-
Ayam Goreng Rica-rica Rp 14.000,-
Ayam Goreng Kecap Rp 14.000,-
Ayam Nangking Rp 14.000,-
Ayam Kuluyuk Rp 14.000,-
Ayam Cah Cabe Ijo Rp 14.000,-
Ayam Cah Sayur Asin Rp 14.000,-
Ayam Cah Jagung Muda Rp 14.000,-
Ayam Cah Kacang Panjang Rp 14.000,-
Bistik Ayam Rp 14.000,-

CUMI/UDANG
Cumi/Udang Goreng Tepung Rp 16.000,-
Cumi/Udang Goreng Mentega Rp 16.000,-
Cumi/Udang Asam Manis Rp 16.000,-
Cumi/Udang Saus Tiram Rp 16.000,-
Cumi/Udang Rica-rica Rp 16.000,-
Cumi/Udang Saos Padang Rp 16.000,-
Udang Goreng Gulung Rp 16.000,-
Lumpia Udang Asam Manis Rp 16.000,-
Bistik Udang Rp 16.000,-

SAPI
Sapi Cah Cabe Ijo Rp 14.000,-
Sapi Lada Hitam Rp 14.000,-
Sapi Cah Jagung Muda Rp 14.000,-
Sapi Cah Kacang Panjang Rp 14.000,-
Bistik Sapi Rp 14.000,-

BABI
Babi Panggang Rp 9.000,-
Babi Kecap Rp 14.000,-
Babi Keluyuk Rp 14.000,-
Babi Rica-Rica Rp 14.000,-
Bistik Babi Rp 14.000,-
Bakutek Rp 14.000,-
Babi Cah Kacang Panjang Rp 14.000,-
Babi Cah Jagung Muda Rp 14.000,-
Babi Cah Sayur Asin Rp 14.000,-

LAIN LAIN
Fu Yung Hai Rp 14.000,-
Bakso Kuah Special Rp 12.000,-
Pangsit Kuah Rp 12.000,-

KHAS BAKMI HORAS
Bakmi Horas Rp 9.000,-
Bakmi Horas Bakso Rp 11.000,-
Bakmi Horas Pangsit Rp 11.000,-
Nasi Campur Horas Rp 14.000,-
Bakmi/Bihun/Kwetiau Goreng B2 Rp 14.000,-
Bakmi/Bihun/Kwetiau Goreng B2 Spesial Rp 16.000,-
Nasi Goreng B2 Rp 14.000,-
Nasi Goreng B2 Spesial Rp 16.000,-
Capcay B2 Rp 14.000,-
Sapo Tahu B2 Rp 14.000,-

MINUMAN
Kopi Medan Rp 3.000,-
Es Teh Manis Rp 2.500,-
Es Jeruk Rp 4.000,-
Es Jeruk Nipis Rp 4.000,-
Es Lemon Tea Rp 4.000,-
Es Markisa Rp Rp 4.000,-
Soda Gembira Rp 5.000,-
Squash Markisa Rp 5.000,-
Squash Jeruk Rp 5.000,-
Juice Tiung Rp 5.000,-
Juice Martabe Rp 5.000,-
Juice Jambu Rp 5.000,-
Juice Alpukat Rp 5.000,-
Juice Tomat Rp 5.000,-
Juice Mangga Rp 5.000,-