Selasa, 27 November 2007

Mengapa Bakmi Horas?

Pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang paling sering kami terima. Bakmi kok ada Horas-nya. Apa hubungannya? Bakmi emang istilah yang sering digunakan rumah makan yang menjual mie (noodle) makanan khas chinese food, sebagai menu utamanya. Di Jakarta misalnya, berbagai istilah digunakan untuk menjual mie ini. Ada bakmi ayam, bakmi pangsit, bakmi bakso, bakmi keriting, bakmi Bangka, dan banyak lagi yang penamaannya berdasarkan jenis bakmi. Namun ada juga yang menggunakan merek, Bakmi Gang Kelinci, Bakmi Tebet, Bakmi GM, Bakmi Naga, Bakmi Gondangdia, dan banyak lagi. Mereknya diambil dari asal atau lokasi rumah makan itu berada. Semua menjual mie yang kemudian ditambah aneka ragam makanan chinese food.

Lalu bagaimana dengan Bakmi Horas? Horas adalah kata yang paling akrab bagi orang batak. Bila dua orang batak bertemu, biasanya selalu mengucapkan kata Horas. Begitu juga dalam pesta adat dan perayaan-perayaan di gereja, kata Horas juga sering digunakan. Artinya salam sejahtera, kata bermakna dalam untuk saling mendoakan. Lalu apa hubungannya dengan Bakmi? Ya seperti Bakmi Naga atau Bakmi GM, Horas ini sebagai merek. Namun merek ini menunjukan bakmi seperti apa yang kami jual. Itulah sebabnya di belakang nama rumah makan Bakmi Horas, kami menuliskan slogan Chinese Food Selera Batak. Jadi kami menyajikan bakmi dan aneka masakan chinese food sesuai dengan selera orang batak.

Chinese food emang nggak cuma sampai di Jakarta atau Jawa dari negeri asalnya Tionghoa. Rasa masakan ini di berbagai daerah emang sudah bervariasi. Yang pasti untuk membandingkan chinese food di Jawa (termasuk Jakarta) dengan di Sumatera, rasanya cenderung manis, menggunakan sedikit gula. Kalau di Sumatera rasa masakan chinese food cenderung asin, nggak menggunakan gula. Hampir mirip dengan Kalimantan dengan ragam yang berbeda.Bagaimana pula rasa bakmi di tanah batak atau yang sering disebut Tapanuli? Secara spesifik memang nggak ada. Namun sebagai orang Sumatera, chinese food ala Sumatera pasti pas di lidah orang batak. Buktinya, di kota-kota kabupaten dan kecamatan daerah Tapanuli rumah makan chinese food cukup laris. Di Pematang Siantar yang penduduknya separuh orang Batak, paling lebih gampang menemukan rumah makan bakmi pangsit atau chinese food ketimbang lapo (rumah makan batak). Itulah mungkin yang membuat nama kota terbesar kedua di Sumatera Utara ini populer menjadi nama rumah makan chinese food di Jakarta, yaitu bakmi Siantar yang menunjukan bakmi ala kota Pematang Siantar. Banyak rumah makan di daerah Pluit (daerah perumahaan yang kebanyakan warganya chinese berasal dari Sumatera Utara) yang menjual bakmi Siantar. Bakmi Siantar juga banyak dijual di daerah Rawamangun dan Kramat Jati, Jakarta Timur, kawasan yang termasuk banyak didiami orang batak. Selain itu bakmi ala Sumatera Utara ini juga menggunakan nama bakmi Medan.

Fakta itu menunjukan kalau orang batak menyukai chinese food. Itulah sebabnya kami menghadirkan rumah makan Bakmi Horas, yang mencoba menyajikan chinese food sesuai dengan selera batak. Kebetulan pengelola Bakmi Horas adalah keluarga dari pasangan batak dan chinese. Sang istri masih berdarah chinese Bangka (termasuk Sumatera kan?), dilahirkan dalam keluarga yang berbisnis makanan (roti, kue, dan mie). Sedang sang suami pria batak yang menyenangi makanan chinese food. Kloplah dengan nama yang dipilih: Bakmi Horas.

Namun begitu konsep Bakmi Horas tetaplah menyajikan chinese food. Tapi karena menggunakan nama Horas, kami coba memahami selera batak. Selain rasa yang cenderung asin, kami memilih mie yang lebih kenyal. Untuk mie ini, kami berburu ke beberapa pasar tradisional, untuk mencari mie yang pas dengan selera yang kami tuju. Begitu juga dalam memasak, kami memilih tauge daripada kol sebagai sayuran campuran aneka mie di Bakmi Horas. Lalu sebagai ciri khasnya, sebagian makanan kami padukan dengan makanan khas batak. Apa itu? Pilihannya pada babi panggang. Sebab makanan inilah yang paling laris di lapo. Pengunjung lapo yang bukan orang batak pun banyak yang menyukai babi panggang. Nah, di Bakmi Horas, babi panggang selalu disajikan di atas mie (kuetiaw, bihun) goreng, mie horas, nasi goreng, atau nasi campur. Pasti mengundang selera.

Jadi Bakmi Horas hanya menjual makanan dengan bahan babi? Oh nggak, kami juga menyediakan makanan chinese food yang halal buat umat muslim. Ada bakmi ayam, bakmi goreng ayam/seafood, ayam/udang/cumi goreng mentega/rica-rica, nasi goreng ayam/seafood, sapi cah cabe, dan banyak lagi yang enak-enak. Tentu dengan selera batak dengan sedikit pedas. Kalau belum percaya, silakan dicoba.

Horas!

2 komentar:

andywiwin mengatakan...

Boss...
Yang halal untuk muslim itu bagaiamana boss? Apa karena tidak pake B2 n bahan2 lainnya? Terus bagaimana dengan alat masaknya ?Piring mangkoknya ? Kalo masih sama itu sih belum halal boss..

kecuali kalau semuanya bener2 terpisah, mulai alat masak, alat penyajian dan lain2 perlengkapannya. Termasuk bahan2nya bos.. Mungkin bos pake bahan ayam, tetapi apakah bos yakin ayam tsb sdh disembelih menurut cara islam..?

mohon maaf boss kalau kurang berkenan

Bakmi Horas mengatakan...

Rinovski...
Begini. Rumah makan yang sudah menggunakan bahan B2, memang lebih sering nggak dipercaya kalau dikatakan menyediakan makanan yang halal bagi muslim. Namun di kalangan muslim pun banyak pendapat yang berbeda soal halal dan nggak halal ini. Baik soal cara memasak atau penyajiannya. Dan pada kenyataannya, tetap saja banyak kaum muslim masuk ke rumah makan yang menggunakan bahan B2 dan memesan yang nggak mengandung B2. Soal ini terpulang pada Anda semua. Ingin mencoba, silakan. Kalau nggak, ya terimakasih juga. Maaf juga kalau nggak berkenan. Thanks atas masukannya.